New Normal UMS Masih Melaksanakan Microteaching Daring
Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta di tengah New Normal,
microteaching (praktik pelatihan mengajar) hingga akhir semester 6 tetap
dilaksanakan secara daring. Pada Senin, 13 Juli 2020 mahasiswa
masih diberi kesempatan praktik mengajar secara daring melalui media youtube.
Annisa Fisabilla
salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Muhammadiyah Surakarta, menyatakan bahwa sampai saat ini microteaching masih
diselenggarakan secara daring menggunakan WhatsApp grup dan Youtube.
“Melihat kondisi
new normal saat ini UMS tetap melakukan microteaching daring karena kasus Covid-19
tak kunjung menurun, dan terus bertambah. Konsultasi perangkat pembelajaran,
diskusi, dan materi dilaksanakan secara daring menggunakan WhatsApp grup.
Praktik mengajar dilaksanakan dengan
cara merekam vidio selama kurang lebih 15 menit kemudian diunggah ke Youtube.” Ujar Annisa Fisabilla,
Senin (13/07/20)
Yang menarik dari
pembelajaran microteaching daring ini lebih fleksibel mahasiswa dan dosen tetap
bisa melaksanakan meskipun jarak jauh. Praktik mengajar bisa dilakukan di rumah
masing-masing menggunakan media yang ada seperti laptop, dan papan tulis. Seperti
yang dikatakan oleh Annisa Fisabilla.
“Microteaching
daring lebih memudahkan mahasiswa dan dosen. Pertemuan bisa diadakan kapanpun
tidak mengenal waktu dan ruang, diskusi materi dan konsultasi berjalan lancar
hanya melalui WhatsApp grup. Terkadang dosen memberi materi dan saran
menggunakan voice note, mahasiswa dapat mendengarkan berulang kali jika tidak
paham. Prangkat pembelajaran juga dalam bentuk soft file jadi mahasiswa tidak
perlu mengeluarkan uang untuk cetak perangkat pembelajaran. Praktik mengajar juga
menjadi sangat mudah dilaksanakan karena hanya merekam vidio mengajar dirumah
dengan beberapa peserta didik. Jika mahasiswa salah berbicara atau salah
menyampaikan materi, bisa rekam ulang vidio hingga memuaskan.” Ujar Annisa Fisabilla,
Senin (13/07/20)
Namun
microteaching daring juga tidak luput dari kendala, seperti sinyal atau kuota.
Annisa Fisabilla mengatakan “Tapi terkadang mahasiswa juga kesulitan mengikuti
pembelajaran daring karena rumah yang jangkauan sinyalnya susah, kadang juga
kehabisan kuota. Jika ada salah satu teman yang tidak bisa dihubungi sangat
menyulitkan mahasiswa yang praktik, karena mahasiswa yang tidak praktik harus
mengirim lembar observasi. Jika begitu proses pengumpulan perangkat
pembelajaran juga semakin tertunda.” Senin
(13/07/20)

Komentar
Posting Komentar