Postingan

Siswa Generasi Blank Pada Masa Pandemi Covid-19

  Sumber :  https://m.youtube.com/watch?v=RN10HiS_038 Beberapa minggu lalu viral wawancara bupati Boyolali Seno Samodro, mengenai kebijakan pemerintah bahwa sekolah pada masa pandemi harus terus dilakukan secara daring. Seno Samodro mengatakan kekhawatirannya mengenai pembelajaran daring akan berdampak negatif dikemudian hari terhadap ilmu pengetahuan peserta didik.   Seno Samodro menyebut sebagai generasi blank, karena peserta didik dibiarkan naik kelas padahal pengetahuan dan pola pikir siswa selama pembelajaran daring hanya begitu-begitu saja belum sepenuhnya optimal. “Lha Sing tak wedeni iki malah iki, sekolah ora mlebu ki. Kowe lulus SD Coronane 3 tahun,   mak   jegagik munggah terus to. SMA lo iki ngko, ning pola pikir e ijik SD. Nanti akan muncul generasi blank , ini yang ditakutkan. Lha setiap kali direbuk putrane kon sekolah, emoh ngko ndak ketularan Corona. Padahal sekolah karo dolan ketularan Coronane gede mana? Aku ya raiso jawab rung enek peneliti...

Trending Ujaran Kebencian Ustad Maaher Berpengaruh Terhadap Sumber Daya Manusia

Gambar
  Sumber: @nikitamirzanimawardi_172 Beberapa waktu yang lalu pada tanggal 12 November 2020 polemik antara Ustadz Maaher At-Thuwailibi dengan artis Nikita Mirzani menjadi trending topik di twitter. Berawal dari story instagram Nikita Mirzani yang sempat mengomentari kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia, yang disambut oleh beribu-ribu orang. Nikita Mirzani mengatakan istilah Habib sebagai tukang obat. Pasalnya Ustadz Maheer At-Thuwailibi tidak terima dan menganggap Nikita Mirzani telah menghina seorang Habib.  Sumber: @NikitaMirzani Sumber: @ustadzmaaher_ Sementara itu, Ustadz Maaher At-Thuwailibi membuat video berdurasi 1:13 menit yang diunggah pada akun twitter dengan tujuan agar Nikita Mirzani membuat video klarifikasi dan permintaan maaf atas perkataannya. Dalam video tersebut Ustadz Maaher At-Thuwailibi menyebut Nikita Mirzani sebagai seorang lonte. Sehingga video tersebut mendapat banyak hujatan oleh para netizen Indonesia yang menganggap tidak pantas seorang Ustadz...

Indahnya Sunset dan Sunrise di Watu Cenik

Gambar
Banyaknya tempat wisata di Wonogiri yang menyuguhkan keindahan alam menjadi salah satu refrensi untuk kalian berlibur bersama keluarga atau teman. Jika kalian sedang berada di kota Wonogiri atau ingin refreshing sebaiknya kunjungi salah satu tempat wisata yang sudah populer yaitu Watu Cenik. Watu Cenik berada di dusun Parampelan, Sendang, Wonogiri sering juga disebut Bukit Ganthole. Untuk menuju ke Bukit Ganthole akses jalan sangatlah mudah, kita dapat menggunakan motor atau mobil. Dari kota Wonogiri hanya menumpuh jarak sekitar 11km atau membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar karena untuk menikmati panorama Watu Cenik hanya dikenakan biaya parkir Rp. 2.000. Instagram: Muhammadrafiki Dari tempat parkir kita akan jalan kaki menaiki beberapa anak tangga, sesampainya di atas bukit akan menemukan warung jajan yang dapat melihat langsung view keindahan Wonogiri dari atas bukit. Sejarah wisata Watu Cenik pada awalnya adalah landasan paralayang, dah...

Perspektif Mahasiswa Terhadap Juru Parkir

Gambar
   Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta bernama Novita Dwi Cahyani berumur 20th sering menjumpai juru parkir di wiilayah kampus UMS. Tak heran banyaknya toko dan rumah makan di sekitar UMS sehingga juru parkir sangat dibutuhkan oleh pengguna jasanya seperti mahasiswa.  Sekitar 3 tahun Novita berkuliah di UMS, ketika nongkrong maupun membeli sesuatu di daerah kampus UMS ia merasa jasa yang sudah diberikan oleh juru parkir sangat baik.  Jika motornya dititipkan akan aman kemudian motor terparkir rapih tidak akan mengalami kerusakan, serta akses untuk masuk ke toko atau rumah makan tersebut tidak tertutup oleh motor-motor sehingga sangat memudahkan.  “Juru parkir di daerah UMS sudah memberikan pelayanan jasa yang baik kepada pengguna, contohnya saja tukang parkir juga mengatur akses masuk jalan ke toko atau rumah makan. Ketika toko atau rumah makan tidak ada juru parkir, motor-motor akan terparkir sembarangan dan terkadang menutupi jalan masuk toko....

50 Ribu Sehari Untuk Menghidupi Anak dan Istrinya

Gambar
  Juru Parkir , pekerjaan yang dipandang rendah oleh sebagian orang akan tetapi banyak orang tidak mengetahui bahwa sebagai juru parkir merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Itu pekerjaan yang saat ini digeluti oleh Bapak Suyatman. Ayah dari dua orang anak ini sudah bekerja selama 10  tahun, ujar Suyatman (Kamis,15/10/2020).  Suyatman bekerja selama 3 jam perharinya sebagai juru parkir di Jl. Garuda Mas, tepatnya didepan ATM depan kampus 2 UMS. Pekerjaan kecil yang sehari-hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar tidak membuat Suyatman berkecil hati, dan ada sesuatu yang berbeda daripada juru parkir lainnnya saat memberikan pelayanan, setiap kali ada yang hendak parkir atau mengambil sepeda motor setelah selesai dari ATM, selalu disambutnya dengan senyum ramah. Setelah itu, Suyatman mengarahkan sepeda motor sesuai dengan arah yang hendak dituju. Lelaki berumur 55 tahun ini sehari-harinya berpenghasilan 50 ribu untuk menghidupi anak dan istrinya. Menurut t...

PENGELOLAAN PARKIR DEPAN KAMPUS 1 UMS

Gambar
  Adanya warung makan, minimarket, dan tempat foto copy di depan Kampus 1 UMS menjadi faktor yang menyebabkan orang parkir di sepanjang jalan tersebut. Pengguna parkir sering merasa dirugikan. Mereka merasa bahwa kendaraan yang diparkir tidak dijaga oleh petugas atau juru parkir. Saat mereka datang tidak ada petugas parkir, sedangkan saat mereka akan meninggalkan tempat tersebut secara tiba-tiba muncullah petugas parkir. JUKIR (juru parkir) seolah-olah mengarahkan kendaraan mereka lalu meminta uang parkir.  Tidak semua jukir seperti itu. Masih banyak jukir yang tetap mentaati peraturan dari PEMKAB. Mereka memarkir sesuai tempat yang sudah ditentukan dan menarik tarif parkir yang sesuai. Wahyono berumur 50 tahun, salah satu juru parkir Kabupaten Sukoharjo yang menjalankan tugasnya di depan Kampus 1 UMS mengatakan, sistem pengelolaan parkir ini dipegang oleh Dinas Perhubungan (DISHUB) Sukoharjo. Selain pembagian wilayah, tarif parkir hingga uang setoranpun sudah ditentukan semua...

Pengalaman Tidak Positif Corona Namun Isolasi Mandiri

Gambar
  Seorang Ibu berumur 37 tahun yang memiliki 3 orang anak tinggal di sebuah desa Randusari, Ngadirojo, Wonogiri. Ibu rumah tangga tersebut berinisial ST, yang berhasil menjalani isolasi mandiri di rumah. Pada awalnya ST memang merasa tidak enak badan namun dia terpaksa harus menjaga saudaranya yang sedang menjalani operasi kanker selama tiga hari di salah satu rumah sakit swasta Solo. Selama di rumah sakit ST hanya tidur di lantai menggunakan tikar. “Sungguh tidak nyaman” ya begitulah ujar ST. Sepulangnya dari rumah sakit dia pergi   ke rumah saudaranya yang meninggal. Karena kelelahan dan tidur yang kurang sehingga ST jatuh sakit demam dan batuk pilek. ST memutuskan untuk periksa ke Puskesmas Bantar Angin, Wonogiri, pada tanggal 21 Agustus 2020. Kata ST ketika diperiksa dokter bertanya riwayat kepergian dan gejala apa yang dirasakan oleh ST. Kemudian dokter menindaklanjuti untuk melakukan tes darah, akhirnya dokter menganjurkan bahwa ST harus menjalani isolasi mandiri dir...