Rayakan Lebaran penuh Nikmat dan Hikmat di Tengah Covid-19
Lebaran tahun
2020 tentunnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hari raya Idul Fitri
yang jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 dirayakan oleh umat muslim secara berbeda
lantaran di tengah pandemi Covid-19. Karena adanya pandemi Covid-19 pemerintah
menghimbau untuk merayakan hari raya Idul Fitri di rumah saja, termasuk
beribadah. Bahkan pemerintah menerapkan PSBB dan melarang masyarakat mudik ke
kampung halamannya, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Banyak
masyarakat Indonesia yang merantau di luar kota akhirnya tidak bisa berkumpul
dengan keluarganya di kampung halaman.
Menyambut bulan
Ramadhan dan Lebaran 2020 ditengah pandemi Covid-19 tentunya sangat berbeda.
Pada tahun sebelumnya masyarakat berbondong-bondong untuk salat trawih dan
salat Ied di masjid atau di lapangan. Kali ini masyarakat hanya beribadah di
rumah saja, jika beribadah ke masjid harus mengikuti protol kesehatan seperti
menggunakan masker, jaga jarak, membawa handsanitizer.
Ibu saya bernama Maryani yang tinggal di desa Randusari, Wonogiri, mengatakan jika
lebaran 2020 ini sangat sepi dan sedih karena tidak bisa bertemu dengan suami dan
keluarga lain yang berada di luar kota.
“Ramadhan tahun
ini saya hanya melakukan salat trawih di rumah bersama kedua anak perempuan
saya, biasanya kami pergi ke masjid. Bahkan di jalan yang biasanya ramai karena
banyak orang yang menjual dan mencari takjil untuk berbuka puasa, kini pada
tahun 2020 tidak ditemukan. Anak-anak saya juga sedih karena lebaran tahun ini
harus merayakan Lebaran jauh dengan ayahnya yang berada di Cikarang, Jawa Barat”.
(22/05/2020)
Maryani juga
mengatakan salat Idul Fitri tetap dilakukan di desa Randusari dengan mengikuti
protokol kesehatan.
“Salat Idul
Fitri alhamdulillah masih dilakukan bersama dengan warga Randusari dengan
mengikuti protokol kesehatan, karena di desa kami belum ada warga yang
terdampak Covid-19. Semua warga harus menggunakan masker membawa alat ibadah
sendiri dan membawa handsenitizer. Biasanya
dilakukan di lapangan sekolah, tetapi kali ini dilakukan di jalan depan masjid
Randusari. Hal ini agar dapat melaksanakan salat Idul Fitri dengan jarak 1
meter. Halalbihalal yang biasanya dilakukan setelah salat berakhir, kini
ditiadakan. Sebelum masuk area salat Idul Fitri ada panitia yang menyemprotkan
handsenitizer kepada warga, dan disediakan kotak infaq”. (25/05/2020)
Tahun ini
merayakan Lebaran secara virtual, seperti halnya yang dilakukan oleh Maryani.
“Saya dan
anak-anak pada saat lebaran hanya video call dengan ayahnya, meski tidak bisa
bertemu tetpi saya bersyukur yang penting semua keluarga sehat. Anak-anak bisa
melepas rasa kangen setelah video call. Saya juga video call dengan keluarga
yang berada di Lampung”. (25/05/2020)
Tidak hanya itu
meski ditengah Covid-19 merayakan lebaran masih seperti biasanya. Biasanya
Masyarakat Indonesia mempunyai budaya memasak makanan dan kue untuk merayakan
Idul Fitri. Hal ini juga dilakukan oleh Maryani.
“Pada saat hari
raya Idul Fitri saya membuat kue nastar, kastangel dan masak ketupat, sop, opor ayam, juga sambal kentang. Kue nastar selalu saya buat ketika lebaran kalau
tidak buat biasanya saya beli. Kalau hari lebaran tidak ada kue nastar rasanya
kurang lengkap.” (25/05/2020)
Begitulah
lebaran 2020 tetap dirayakan dengan nikmat dan hikmah. Meski tidak dapat
berkumpul dengan keluarga tetapi yang terpenting semua keluarga sehat dan
Covid-19 ini agar cepat berlalu.


Komentar
Posting Komentar